Selasa, 12 Agustus 2014

Pemikiran

       Saya takut sakit, saya takut menerima kenyataan, saya sensitif dengan masalah cinta, saya egois tidak mau bertanya tentang alasan karena saya merasa harga diri saya tinggi, saya sering membuat kesimpulan sendiri untuk kategori sensitifnya hubungan. Saya tau betul seperti apa diri saya... seorang pria tidak mudah untuk menetap dihati saya... entah itu permasalahannya dri si pria itu sendiri atau sebaliknya dari saya.
       Saya ingin hubungan yang sempurna dalam hal hati. Saya ingin hubungan yang sejalan antara saya dan dia tentang cara berfikir. Saya ingin hubungan yang dilandasi kesetiaan.  Saya ingin hubungan yang dia benar2 menerima saya seperti ini. Saya ingin hubungan untuk selamanya. Apa itu salah... terlalu banyak kah keinginan saya, sampai2 di usia saya yg ke 26 tahun belum bisa mendapatkan apa yg saya inginkan.
        Kemudian saya berfikir secara rasional.. kembali melihat ke belakang. banyak pertanyaan dipikiran saya... dari sekian banyak pertanyaan kesimpulan hanya satu ''knpa akhir cerita saya seperti ini terus? Ada apa sebenarnya dengan saya?" .  Saya mencoba untuk introspeksi diri karena saya punya anggapan.. jika kesalahan itu selalu berulang ulang dengan siapapun belum tentu masalahnya ada di orang tersebut, bisa jadi dri diri kita sendiri.
        Pengalaman mengajariku untuk menjawab pertanyaan.. bahwa keinginan itu tidak bisa dipersalahkan, hanya saja niatnya yg harus dirubah. Pola berfikirkupun berubah... saya berfikir bukan kuantitas lagi tapi kuwalitas.. bukan seberapa banyaknya saya mencri keinginan saya di diri seorang pria tapi seberap besar saya membutuhkan pria tersebut di hidup saya. Dengan berfikir seperti itu perilaku sayapun juga berubah. saya sudah tidak lagi gegabah dalam mencari pasangan. saya tidak lagi menuntut agar pria tersebut memenuhi keinginan saya. saya tidak lagi merasa sakit hati jika ternyata pria yang mungkin saat itu saya harapkan tidak seperti yang saya inginkan. saya tidak bertanya alasan lagi jika seorang pria meninggalkan saya, bukan karena keegoisan saya untuk menjaga harga diri tapi berfikir positiv mungkin dia bukan jodoh saya.
           Tapi kenapa hatiku masih belum merasa tenang...
    

Kamis, 05 Juni 2014

Nafs


         Ku awali nafasku dengan menyebut nama Tuhan semesta alam. Aku berlindung padamu Tuhan dari kejahatan malam, apabila telah gelap gulita. Aku berserah diri padamu Tuhan, dari mata yang telah tertutup  debu kegelapan.
         Sempitlah dadaku, tidak lancar lidahku saat aku melihat kekuasaanMu. Engkau menciptakan makhluk hidup, Engkau tinggikan langit, Engkau tegakkan gunung, Engkau hamparkan bumi. Sombonglah diriku jika aku tidak berdoa padaMu, tidak meminta belas kasihanMu. Selipkan angin surga di nafasku, hingga aku bisa bernafas dengan iklhas, dari hati yang tersayat oleh khilaf.
         Rahasia yang tersimpan didalam hati manusia terbuka, tidak ada satupun yang bisa luput dari penglihatanMu. Engkau selipkan sebutir biji cinta pada hatiku. kemudian Engkau menumbuhkan biji itu menjadi pohon yang akarnya, mampu menusuk relung jiwa. Nafs telah hadir didalam hati, membuat cinta diatas segala kata. Kemudian cinta bertabir pada kalimat dosa, merubah sendu menjadi gemerlap. Seakan merubah gelap menjadi terang, seakan merubah racun menjadi obat, seakan merubah air menjadi anggur yang memabukkan.
        Cinta telah membudak, menyerahkan sebagian hidupnya dan akan selalu meminum apapun yang dituangkan oleh sihirnya. Mataku sekarang buta dan telingaku tuli hanya butiran air mata yang merubah senyuman menjadi perih. Lidahku tertatih sedangkan nafasku terburu-buru, cintaku kini  menjadi buih. Tidak perlu aku pertanyakan lagi atas kehendakMu. Aku serahkan semua kembali kepadaMu.
       Tuhan Sertakan diriku di surga tertinggi, dimana aku akan meremdamkan wajahku di mata air salsabil, dimana aku akan menyentuhkan kulitku di hamparan permadani, dimana aku akan menikmati cinta yang sesungguhnya atas ridhoMu.

Sabtu, 24 November 2012

catatan kecil


Catatan kecil , sebuah cacatan tentang cerita, rasa, pemikiran, harapan, impian, dan cinta. Mulai kuberanikan untuk mengutarakan semuanya  melalui catatan kecil ini. butuh keberanian untuk mengungkapkan apa yang sedang saya rasakan, apa yang saya pikirkan , apa yang saya harapkan, apa impian saya dan seperti apa cinta yang saya rasakan. Bagaimana saya bisa mengungkapkan dengan lidah jika mengungkapkan lewat tulisan saja saya sulit.dan  hari  ini adalah awal dari  catatan kecil...